Fungsi Makanan Sebagai Food Spiritual...

admin profile

Written by admin

Last updated on 10 Des 2025, 15.35

Oleh: Dr. Minta Harsana, MSc

Ada banyak kuliner nusantara yang kental dengan budaya dan filosofi, salah satunya adalah ayam ingkung. Ayam ingkung biasanya disajikan dalam tampah besar sebagai sajian berbagai acara adat dan perayaan di Jawa seperti upacara keagamaan, peringatan hari besar, wujud rasa syukur (selametan), dan upacara peringatan kematian.

Meski banyak orang sudah tahu tentang ayam ingkung yang menjadi ciri khas makanan orang Jawa dan disajikan bersama tumpeng, namun belum banyak yang tahu bagaimana sejarah ayam ingkung hingga bisa menjadi salah satu kuliner warisan yang memiliki makna penting dalam adat Jawa.

Secara umum, ayam merupakan binatang paling dekat dengan masyarakat sejak zaman dulu dan mempunyai banyak manfaat. Ayam adalah hewan yang mudah dipelihara, sumber pendapatan, sekaligus bisa dimanfaatkan menjadi makanan. Tidak heran jika sejak dulu masyarakat memiliki “pranjen” atau kandang ayam yang terpisah di pekarangan rumah.

Dalam Jurnal Nutrition and Food Science bahwa ayam ingkung berasal dari kata “manengkung” yang berarti memanjatkan doa kepada Tuhan dengan kesungguhan hati. Ayam ingkung menjadi komponen pokok dalam tumpeng.

Ayam ingkung memiliki filosofi yang tak bisa diabaikan dalam budaya Jawa. Ayam adalah lambang dari rasa syukur dan kenikmatan yang didapat di dunia karena kuasa Tuhan. Hanya ayam yang baik dan lezat saja yang menjadi persembahan, itulah mengapa ayam ingkung disajikan dalam bentuk utuh dan ditata dengan indah.

Ayam ingkung juga dibuat hanya menggunakan ayam kampung, salah satu alasannya adalah untuk menjaga orisinalitas. Lagipula, pembuatan ayam ingkung dari ayam potong tidak bisa senikmat dan sebaik jika menggunakan ayam kampung.

Dosen UNY, Pakar Gastronomi