Mengenang Abah Alwi Shahab...

admin profile

Written by admin

Last updated on 10 Des 2025, 15.55

(Wartawan Tak Pernah Mati)

Oleh Nasihin Masha

Abah Alwi, begitu biasa kami di

Hobinya menulis sejarah tentang Jakarta, khususnya ihwal Betawi, tercium oleh Kang Yayat. Sebagai redaktur pelaksana, Yayat Supriatna, membuat kolom khusus untuk Abah menulis tentang sejarah Jakarta dan Betawi. Nama rubriknya Nostalgia, Sketsa Jakarta, dan Bandar Jakarta.

Abah memiliki nama Alwi Shahab. Jika mendengar nama Shahab dan terkait Betawi maka sebagian orang akan terkenang pada sosok Ali Shahab. Ya, keduanya memang kakak-beradik. Ali adalah adik Alwi. Ali pernah menjadi wartawan namun lebih menekuni sebagai novelis dan besar sebagai sutradara. Bagi generasi 1980-an, tentu mengenal serial Rumah Masa Depan yang tayang di TVRI. Inilah sinetron ber-

Abah adalah orang yang selalu bersemangat. Saat bercerita, ia selalu berapi-api. Bicaranya cepat, seolah otaknya sudah penuh dengan ide dan harus segera dikeluarkan. Jalannya selalu cepat – orang Cirebon memiliki istilah khusus untuk berjalan yang seperti ini:

Walau tergolong sepuh, tapi energi Abah Alwi ini layak ditiru wartawan muda. Ia bukan tipikal pemalas, bahkan teramat rajin. Sebagai pengasuh kolom sejarah ia tak hanya berkutat dengan dokumen. Ia memang rajin ke perpustakaan nasional ataupun ke arsip nasional untuk mencari bahan tulisan. Tapi sebebagai wartawan tentu Abah mengerti benar makna aktualitas dan proksimitas. Maka bahan itu di-

Dalam penelusuran itu, Abah harus berjalan kaki. Tak ada tanda lelah pada pria kelahiran 31 Agustus 1936 tersebut. Abah tak pernah menaiki sepeda motor atau menyetir mobil sendiri. Ke mana-mana selalu naik kendaraan umum. Ia menulis riwayat Sungai Ciliwung, hikayat trem, jejak nama jalan dan bangunan, dan sebagainya. Ia semacam kuncen. Produktivitasnya itu bisa dilihat dari buku-buku yang ia terbitkan dari kolom-kolom itu. Ada 11 buku. Buku pertamanya terbit tahun 2001 berjudul

Abah Alwi tipikal wartawan zaman dulu. Tak gemar memakai sepatu. Ia lebih suka memakai sepatu-sandal, sandal yang ada tali ke tumitnya. Ia juga lebih suka memakai baju lengan panjang namun lengannya selalu digulung. Gaya menggulung lengan ini secara politis digunakan oleh Dahlan Iskan, dan kemudian oleh Jokowi. Ini memang pertanda orang yang giat bekerja. Namun Abah tentu sedang tidak pencitraan.

Sebetulnya Abah tergolong orang yang tak gampang bicara dan sedikit pemalu. Namun Abah justru orang yang polos dan ramah. Abah juga orang yang tak pernah marah dan hormat pada siapapun. Namun jika sudah bercerita, maka ia akan bisa berbicara panjang lebar. Kepolosannya itu yang sering membuat kita tertawa terbahak-bahak mendengar kisahnya, termasuk soal pribadinya dan kenakalan-kenakalan masa mudanya. Namun kawan-kawan di

Salah satu ciri bahwa Abah Alwi sedang bekerja adalah keriuhan bunyi tuts

Namun kebiasaan Abah Alwi mengetik dengan mesin tik terbawa di era komputer. Padahal mengetik di komputer tak perlu tenaga kuat dan tak perlu ketukan yang dalam. Abah Alwi tetap mengetik dengan gaya mengetik di mesin tik. Maka bunyi tak-tok tuts

Selamat jalan Abah….

Mantan Pemred Harian Republika