Pemimpi vs Pemimpin...
Written by admin
Last updated on 10 Des 2025, 15.37
Oleh: Wahjudi Djaja
Langkah Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menggelar Dialog Publik Bersama Capres-Cawapres perlu diapresiasi. Dialog yang digelar di tiga kota, yakni Surakarta, Jakarta dan Surabaya dimaksudkan sebagai literasi politik bagi rakyat agar mengetahui visi dan kapasitas para pemimpin terkait peta dan kalkulasi Indonesia pada masa depan.
Pemimpi
Sedangkan pemimpi adalah orang yang suka bermimpi meskipun tidak tidur atau orang yang suka berkhayal. Pemimpi itu ibarat orang yang suka onani. Ingin merasakan kenikmatan tetapi maya, tak nyata dan enggan menapaki proses secara wajar. Panjang angan-angan adalah kebiasaan yang tidak dikehendaki agama, karena ia mendorong pada pola hidup rakus, tamak dan lupa bersyukur pada nikmat karunia Tuhan.
Apa jadinya kalau negara ini dipegang oleh seorang pemimpi? Jalannya pemerintahan tidak ada kepastian, rakyat hanya dininabobokan dengan janji dan imaji kosong. Pemimpi sering lari dari kenyataan, tak bernyali menggerakkan perjuangan dan hanya berlindung di balik topeng kepalsuan. Pemimpi lahir dari pencitraan sesaat, bukan proses regenerasi alami dimana harus menghadapi tantangan dan ujian. Pemimpi sulit dijadikan imam karena laku langkah hidupnya irasional, abstrak dan tidak sistematis sehingga tak bisa dijadikan teladan.
Pemimpin
Memilah Memilih Pemimpin
Bangsa besar dengan potensi raksasa ini tengah berada di tepi jurang. Praktik KKN dan intervensi kaum oligarkhi dalam beragam bidang kehidupan telah mencerai-beraikan ikatan dan kohesi sosial bangsa Indonesia. Mari menjadi bagian anak bangsa yang aktif mengambil tanggung jawab dengan memilih calon pemimpin–bukan pemimpi–yang kita harapkan menjadi nakoda atau pilot. Taruhannya amat besar jika kita salah memilah dan memilih pemimpin.
Ksatrian Sendaren, 24112023