Rizal Sukma: Waspasai Posisi Laut Dalam Relasi Cina-AS...

admin profile

Written by admin

Last updated on 10 Des 2025, 15.40

Peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS), Dr. Rizal Sukma, dalam Jakarta Geopolitical Forum VII/2023 pada Rabu (14/6) menyampaikan ada enam tren yang harus diperhatikan dengan sangat hati-hati untuk ke depannya terkait konfigurasi politik di Asia Pasifik.

Pertama, perubahan sifat dan nilai dari laut dengan konsekuensi yang diakibatkan hubungan antara kekuatan-kekuatan besar. Kedua, masa depan laut juga akan ditentukan oleh hubungan antara Amerika Serikat dan China. Ketiga, semakin ramainya wilayah Indo-Pasifik seiring bergesernya pusat gravitasi geopolitik dan geoekonomi dunia ke wilayah tersebut.

Keempat, seiring perubahan nilai laut dari ekonomi menjadi strategis, upaya untuk menemukan solusi terhadap sengketa maritim akan menjadi semakin sulit. Kelima, muncul karena adanya kekhawatiran keamanan tradisional yang meningkat. Sehingga, negara akan lebih fokus pada pemeliharaan keunggulan maritim, antara lain melalui kehadiran angkatan laut, pembentukan koalisi, penguatan aliansi, serta peningkatan militer. Ke enam, terlihatnya peningkatan marginalisasi tantangan keamanan non-tradisional berbasis maritim dalam wacana akademik dan kebijakan.

Berkaitan dengan itu, Rizal Sukma menyampaikan empat rekomendasi. Pertama, ASEAN perlu mempelajari bagaimana persaingan maritim yang sedang berkembang akan berdampak pada masa depan UNCLOS. Kedua, ASEAN perlu mencari ide-ide baru untuk mencapai terobosan dalam mengelola Laut China Selatan, terutama dalam mendorong penerapan code of conduct. Ketiga, ASEAN perlu merenungkan kelemahan-kelemahan di dalam institusinya, dan berusaha untuk memperkuatnya. Keempat, ASEAN perlu mengusulkan East Asia Summit Plus tentang keamanan regional yang komprehensif sebagai kerangka baru untuk mengamankan dan memakmurkan wilayah (Indo-Pasifik).