Sutomo MPd, Pendidik dan Pejuang Literasi Banyumas...
Written by admin
Last updated on 14 Nov 2024, 21.10
“Kegiatan literasi yang pertama kami lakukan ketika menjadi Kepala SMPN 3 Gumelar. Kami mengadakan malam literasi khusus untuk pengurus OSIS dengan mendatangkan beberapa penyair yang ada di sekitaran Kabupaten Banyumas. Saat dialih tugaskan ke SMPN 3 Pekuncen dan SMPN 1 Gumelar (sebagai PLT) kegiatan tersebut kami lanjutkan”, katanya kepada mabur.co (13/11/2024).

Mulai tanggal 10 November 2022 sampai sekarang, alumni S1 Pendidikan Geografi IKIP (UPI Bandung) ini dialih tugaskan menjadi Kepala SMPN 1 Lumbir dan menjadi PLT SMPN 3 Lumbir.
Derasnya gerakan literasi khususnya di sekolah-sekolah melatar belakangi sosok yang akrab disapa Bung Tomo ini untuk ikut andil bagian membekali siswa dalam kemampuan berliterasi.
“Ada enam jenis literasi yang kita kenal yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi digitasl, literasi budaya serta literasi keuangan. Dari ke enam literasi tersebut saya mencoba bergerak dalam literasi baca tulis dan literasi budaya. Hal ini didukung juga dengan Kurikulum Merdeka yang mengembangkan karakter pelajar sesuai dengan nilai nilai Pancasila atau kita kenal dengan istilah P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)”, jelasnya.

“Kearifan lokal dimasukan dalam kurikulum pembelajaran di sekolah. Budaya yang menonjol di sekitar desa Lumbir adalah kesenian Ebeg atau kuda kepang. Kami rapatkan dan disepakati dengan guru pengampu P5 mengangkat ebeg. Ebeg pertama kali tampil secara massal yang diikuti oleh kelas 7 sebanyak 240 siswa ketika HUT SMPN1 Lumbir ke-41 pada 2023”, ungkapnya.
Hadiri saat itu Wakil Bupati Banyumas Drs H Sadewo Tri Lastiono MM dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Drs Joko Wiyono MSi. Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan memberikan nama ebeg SMPN 1 Lumbir yaitu Ebeg Edukasi.

Sebagai PLT Kepala SMPN 3 Lumbir Sutomo berusaha mengenalkan literasi khususnya literasi budaya dan literasi baca tulis. Sebagai catatan, SMPN 3 Lumbir merupakan sekolah eks Satap berdiri tahun 2006. Mulai tahun 2012 berubah statusnya menjadi SMPN 3 Lumbir. Lokasinya berada di bagian paling barat Kabupaten Banyumas. “Untuk masuk ke Kecamatan Lumbir kurang lebih berjarak 50 km dari ibu kota Kabupaten Banyumas. Sekolah ini berada di atas bukit dengan suasa lingkungan yang masih asri. Kita harus melewati 3 bukit dengan jalan yang dicor dan kanan kiri hutan pinus. Ketika hujan turun tanah dari kanan kiri jalan akan naik ke jalan raya mengakibatkan licin. Tentunya sangat berbahaya bagi yang menaiki kendaraan bermotor”, kisah alumni S2 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) IAIN Purwokerto ini.
SMPN 3 Lumbir hanya didukung oleh satu sekolah yaitu SDN 2 Dermaji. Jumlah siswa yang masuk tergantung output dari SD tersebut. Pada kenyataanya tidak semua siswa SDN 2 Dermaji yang lulus otomatis masuk menjadi siswa SMPN 3 Lumbir. Ada sebagian yang sekolah di kota atau SMPN 1 Lumbir. Data Tahun 2024 jumlah siswa kelas 7 berjumlah 21 siswa Kelas 8 berjumlah 17 siswa dan kelas 9 berjumlah 35 siswa. Total jumlah siswa 73 siswa.
Sebagai PLT Kepala SMPN 3 Lumbir Sutomo berusaha semaksimal mungkin memberikan pengalaman pendidikan setara dengan sekolah lain walaupun dengan sarana prasarana yang sangat terbatas. Pada 2024 SMPN 3 Lumbir mendapatkan BOSKIN sebagai sekolah dengan kemajuan terbaik dari Kemendikbud.
Salah satu jenis kegiatan yang dilakukan dengan dana BOSKIN tersebut adalah melakukan kegiatan workshop literasi bagi guru dan siswa pada 13 sampai 15 Agustus 2024. Narasumber workshop adalah Kang Wanto Tirta (Penyair sekaligus Presiden Geguritan memberikan materi geguritan) dan Kang Riswo Mulyadi (Penyair dan Budayawan) memberikan materi puisi.

Puncak kegiatan ini adalah Gelar Karya yang direncanakan tanggal 14 Desember 2024 berkolaborasi dengan masyarakat sekitar dengan agenda Launching Buku Antoiogi Puisi dengan Judul “Denting Sangga Langgit, Dari Bukit Melejit ke Langit” yang merupakan karya siswa dan guru. Harapannya, dari kegiatan ini siswa mampu memahami dan memiliki kemampuan berliterasi lebih baik.